Dalam posting ini saya akan mengkaji web usability dari situs http://www.karangasemkab.go.id/.

Tulisan ini dibuat sebagai tugas akhir Mata Kuliah Interaksi Manusia dan Komputer (IMK).

Tulisan ini terdiri dari 3 post, dikumpulkan dalam kategori Tugas Akhir IMK.

KESIMPULAN

Situs web resmi pemerintah Karangasem sudah cukup memenuhi syarat dibilang situs yang bagus. Situs ini sangat memberikan info, apabila user membutuhkan info terkait.Pembuat situs sangat up-to-date, sehingga info yang diberikan, pengguna langsung mengdapatkan info yang diinginkan. Sangat to the point. Apalagi ditambah menu pencarian yang lebih membantu pengguna mencarikan info. Dan apabila user sedang tidak menggunakan jasa internet, pengguna dapat memperoleh layanan sms.

Dari segi pelayanan, situs ini sudah tergolong bagus. Pengguna bisa mendapatkan informasi yang mungkin diinginkannya. Tetapi darisegi antarmuka, situs ini sangat asing bagi pengguna yang baru mengenali situs ini. Mungkin pengguna pertama kali berkomentar “Dimana menu utamanya?”, “Mana Home-nya?”, dan sebagainya. Selain itu ada beberapa yang seharusnya menjadi perintah tetapi tidak bisa dijalankan. Hal ini sangat fatal. Pengguna akan bingung kemana ia akan pergi.

Dalam posting ini saya akan mengkaji web usability dari situs http://www.karangasemkab.go.id/.

Tulisan ini dibuat sebagai tugas akhir Mata Kuliah Interaksi Manusia dan Komputer (IMK).

Tulisan ini terdiri dari 3 post, dikumpulkan dalam kategori Tugas Akhir IMK.


BEBERAPA KAJIAN WEB USABILITY

1. Visibility of System Status and User Control


Seperti situs pada umumnya, situs resmi ini sangat sederhana tetapi tepat pada sasaran. Maksudnya, jika ketika pengguna pertama kali mengunjungi situs ini, ada beberapa info terkait situs yang mungkin diperlukan langsung ditemukan. Situs ini bisa dibilang up-to-date. DI situs ini juga ditampilkan background yang khas, dengan corak batik-batikan. Sangat kedaerahan.
Hal ini tentu saja mampu memberikan kesan yang menarik.
Namun, disamping itu ada beberapa hyperlink yang tidak melakukan action. Sehingga tidak pengguna kadang tertipu, tidak hanya sekali.
Selain itu terdapat kesalahan yang sangat fatal. Tidak ada Beranda atau Home pada tempat yang seharusnya. Yang ada hanya link ke halaman utama di paling bawah halaman.
Salah satu kekurangan lainnya dalam situs ini adalah kita tidak diberi informasi sedang di menu apa kita berada sekarang.

2. Match between System and The Real World

Bahasa yang digunakan dalam situs ini adalah Bahasa Indonesia dan sedikit bahasa daerah. Sangat khas sekali dengan kedaerahan. Alangkah lebih bagus lagi jika menggunakan pilihan berbagai macam bahasa.

3. Consistency and Standards

Konsistensi pada situs ini tergolong rendah. Pembuat situs tidak mengetahui keinginan user. Seperti, info-info yang diberikan di tengah-akhir halaman. Dan yang paling fatal letak home yang tidak jelas

4. Recognition Rather Than recall

Dalam situs terdapat menu search/pencarian dan menu log in. Kedua menu tersebut bisa recall, tetapi tidak untuk recognition.

5. Flexibility and Efficiency of Use

Sangat fatal jika ada perintah yang tidak bisa dilakukan seperti pada gambar ini. Apalagi menu penting seperti ini.

6. Aesthetic and Minimalist Design

Font yang digunakan di situs ini sudah pas, tidak terlalu besar tidak terlalu kecil. Penggunaan whitespace pada artikel juga sudah cukup baik, sehingga memudahkan pengguna dalam membaca artikel. Namun sayangnya, alignment artikel berita di situs ini tidak menggunakan “Justify”, sehingga tulisan terlihat kurang rapi.

7. Help Users Recognize, Diagnose, and Recover from Error

Untuk menghubungi pembuat situs, pembuat situs sangat terbuka lewat layanan sms. Tetapi hanya layanan sms. Sangat disayangkan sekali.

8. Help and Documentation
Pada situs ini tidak disediakan halaman bantuan, sehingga akan cukup menyulitkan bagi pengguna yang baru mengunjungi situs ini.

Dalam posting ini saya akan mengkaji web usability dari situs http://www.karangasemkab.go.id/.

Tulisan ini dibuat sebagai tugas akhir Mata Kuliah Interaksi Manusia dan Komputer (IMK).

Tulisan ini terdiri dari 3 post, dikumpulkan dalam kategori Tugas Akhir IMK.

WEB USABILITY


Menurut Jakob Nielsen, usability adalah atribut kualitas untuk mengukur seberapa mudah suatu antarmuka digunakan. Usability didefiniskan oleh lima komponen kualitas, yaitu:

  1. Learnability: seberapa mudah bagi pengguna untuk melakukan kegiatan (task) utama pada saat mereka pertama kali bertemu antarmuka tersebut?
  2. Efficiency: Setelah pengguna terbiasa dengan antarmuka, seberapa cepat mereka melakukan suatu kegiatan?
  3. Memorability: Saat pengguna kembali menggunakan antarmuka, setelah lama tidak menggunakannya, seberapa mudahkah mereka terbiasa kembali dengan antarmuka tersebut?
  4. Errors: Berapa banyak kesalahan yang dilakukan pengguna, seberapa parah kesalahan tersebut, dan apakah pengguna dapat dengan mudah menangani kesalahan tersebut?
  5. Satisfaction: Seberapa nyamankah pengguna dengan suatu antarmuka?

Selanjutnya, metode yang akan saya gunakan dalam mengkaji usability situs web ni adalah metode Evaluasi Heuristic. Menurut Nielsen (1994), evaluasi heuristik adalah metode yang digunakan untuk menemukan masalah pada desain antarmuka. Evaluasi heuristik melibatkan beberapa evaluator untuk memeriksa antarmuka dan membandingkannya dengan prinsip-prinsip usabilitas (heuristik).

Evaluasi Heuristik ini meliputi 10 aspek, yaitu:

  1. Visibility of system status: Sistem harus dapat menginformasikan kepada pengguna tentang apa yang terjadi pada sistem.
  2. Match between system and the real world: Sistem harus ‘berbicara’ dalam bahasa yang biasa digunakan oleh pengguna. Kata, frasa, dan istilah yang digunakan mengikuti kebiasaan yang ada.
  3. User control and freedom: Pengguna kadang memilih pilihan yang salah dan memerlukan opsi ‘emergency exit’. Pengguna dapat keluar dari keadaan akibat pilihan yang salah tersebut tanpa perlu melewati kegiatan tambahan lainnya.
  4. Consistency and standards: Pengguna tidak harus berpikir apakah kata, situasi, dan aksi yang berbeda ternyata memiliki arti yang sama.
  5. Error prevention: Sistem didesain sehingga mencegah pengguna melakukan kesalahan dalam penggunaan system. Bisa dilakukan dengan menggunakan pilihan konfirmasi.
  6. Recognition rather than recall: Membuat objek, aksi, dan pilihan yang ada visible (jelas).
  7. Flexibility and efficiency of use: Permudah pengguna untuk melakukan kegiatannya dengan lebih cepat.
  8. Aesthetic and minimalist design: Dialog seharusnya tidak mengandung informasi yang tidak relevan atau tidak terlalu diperlukan.
  9. Help users recognize, diagnose, and recover from errors: Pesan kesalahan harus dijelaskan dalam bahasa yang jelas, menjelaskan masalah dan memberikan solusi.
  10. Help and documentation: Sistem menyediakan bantuan dan dokumentasi yang berisi informasi tentang penggunaan sistem.